Rabu, 24 Oktober 2012

Software Process

Kali ini saya akan membahas mengenai model-model software. Model-model software yang ada sebagai berikut : 
  • Linear Sequential Model atau Waterfall Model
  • Incremental Model
  • Prototyping Model
  • Rapid Application Development (RAD)
  • Spiral Model
Mari kita membahas satu per satu model software .....

1). Linear Sequential Model atau Waterfall Model

             Model ini merupakan model yang paling banyak dipakai oleh para pengembang software. Ada lima tahap dalam model waterfall, yaitu: Requirement Analysis, System Design, Implementation, Integration & Testing, Operations & Maintenance. Sesuai dengan namanya waterfall (air terjun) maka tahapan dalam model ini disusun bertingkat, setiap tahap dalam model ini dilakukan berurutan, satu sebelum yang lainnya (lihat tanda anak panah). Selain itu dari satu tahap kita dapat kembali ke tahap sebelumnya.


Berikut ini penjelasan tentang masing-masing tahap dalam model waterfall:

1. Requirement Analysis        
         Seluruh kebutuhan software harus bisa didapatkan dalam fase ini, termasuk didalamnya kegunaan   software yang diharapkan pengguna dan batasan software. Informasi ini biasanya dapat diperoleh melalui wawancara, survey atau diskusi. Informasi tersebut dianalisis untuk mendapatkan dokumentasi kebutuhan pengguna untuk digunakan pada tahap selanjutnya.
2.  System Design
         Tahap ini dilakukan sebelum melakukan coding. Tahap ini bertujuan untuk memberikan gambaran apa yang seharusnya dikerjakan dan bagaimana tampilannya. Tahap ini membantu dalam menspesifikasikan kebutuhan hardware dan sistem serta mendefinisikan arsitektur sistem secara keseluruhan.
3.  Implementation
         Dalam tahap ini dilakukan pemrograman. Pembuatan software dipecah menjadi modul-modul kecil yang nantinya akan digabungkan dalam tahap berikutnya. Selain itu dalam tahap ini juga dilakukan pemeriksaaan terhadap modul yang dibuat, apakah sudah memenuhi fungsi yang diinginkan atau belum.
4.  Integration & Testing
        Di tahap ini dilakukan penggabungan modul-modul yang sudah dibuat dan dilakukan pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah software yang dibuat telah sesuai dengan desainnya dan masih terdapat kesalahan atau tidak.
5.  Operation & Maintenance
Ini merupakan tahap terakhir dalam model waterfall. Software yang sudah jadi dijalankan serta dilakukan pemeliharaan. Pemeliharaan termasuk dalam memperbaiki  kesalahan yang tidak ditemukan pada langkah sebelumnya. Perbaikan implementasi unit sistem dan peningkatan jasa sistem sebagai kebutuhan baru.

   Kelebihan Waterfall
  •  Merupakan model pengembangan paling handal dan paling lama digunakan.
  • Cocok untuk system software berskala besar.
  •  Cocok untuk system software yang bersifat generic.
  • Pengerjaan project system akan terjadwal dengan baik dan mudah dikontrol.
  Kekurangan Waterfall
  • Persyaratan system harus digambarkan dengan jelas.
  • Rincian proses harus benar-benar jelas dan tidak boleh berubah-ubah.
  • Sulit untuk mengadaptasi jika terjadi perubahan spesifikasi pada suatu tahapan pengembangan
Refensi dari :
  • http://itsum.wordpress.com/2010/09/27/kelebihan-dan-kekurangan-setiap-model-pada-software-development-life-cycle-sdlc/
  • http://bluewarrior.wordpress.com/2009/10/12/waterfall-model-vs-v-model/

2). Incremental Model
     
    Model incremental menggabungkan elemen-elemen model sekuensial linier (diimplementasikan secara berulang) dengan filosofi prototype interatif. Model ini memakai urutan-urutan linier di dalam model yang membingungkan, seiring dengan laju waktu kalender. Setiap urutan linier menghasilkan pertambahan perangkat lunak yang kemudian dapat disampaikan kepada pengguna.

        Pada saat model incremental (pertambahan) ini digunakan, pertambahan pertama sering merupakan produk inti (core product), yaitu sebuah model pertambahan yang dipergunakan, tetapi beberapa muka tambahan (beberapa diketahui dan beberapa tidak) tetap tidak disampaikan. Produk inti tersebut dipergunakan oleh pelanggan (atau mengalami pengkajian detail). Sebagai hasil dari pemakaian dan/atau evaluasi maka dikembangkan rencana bagi pertambahan selanjutnya. Rencana tersebut menekankan modifikasi produk inti untuk secara lebih baik memenuhi kebutuhan para pelanggan dan penyampaian fitur serta fungsional tambahan. Proses ini mengikuti penyampaian setiap pertambahan sampai bisa menghasilkan produk yang lengkap.

       Model proses incremental tersebut, seperti model prototype dan pendekatan-pendekatan evolusioner yang lain, bersifat iterative. Tetapi tidak seperti model prototype, model pertambahan berfokus pada penyampaian produk operasional dalam setiap pertambahannya. Pertambahan awal ada di versi stripped down dari produk akhir, tetapi memberikan kemampuan untuk melayani pemakai dan juga menyediakan platform untuk evaluasi oleh pemakai.

     Perkembangan pertambahan, khususnya berguna pada saat staffing, tidak bisa dilakukan dengan menggunakan implementasi lengkap oleh batasan waktu bisnis yang sudah disepakati untuk proyek tersebut. Jika produk inti diterima dengan baik, maka staf tambahan (bila dibutuhkan) bisa ditambahkan untuk mengimplementasi pertambahan selanjutnya. Sebagai tambahan, system mayor yang sedang pada masa perkembangan serta waktu penyampaiannya belum pasti, mungkin membutuhkan keberadaan perangkat keras yang baru. Bisa juga rencana tertentu dibuat untuk menghindari pemakaian perangkat lunak ini, sehingga memungkinkan fungsionalitas partial disampaikan kepada pemakai tanpa harus banyak tertunda. 
Kelebihan Incremental Model
  • Personil bekerja optimal
  • Pihak konsumen dapat langsung menggunakan dahulu bagian-bagian yang telah selesai dibangun. COntohnya pemasukan data karyawan
  • Mengurangi trauma karena perubahan sistem.  Klien dibiasakan perlahan-lahan menggunakan produknya bagian per bagian
  • Memaksimalkan pengembalian modal investasi konsumen
Kekurangan Incremental Model
  • kemungkinan tiap bagian tidak dapat diintegrasikan
  • Dapat menjadi build and Fix Model, karena kemampuannya untuk selalu mendapat perubahan selama proses rekayasa berlangsung
  • Harus Open Architecture
Referensi dari :
  • http://trisnowlaharwetan.wordpress.com/2010/03/10/perbandingan-model-dalam-rekayasa-perangkat-lunak/
  • http://evi-mursalim.blogspot.com/2011/01/rekayasa-perangkat-lunak-incremental.html
3). Prototyping Model
     

        Prototyping merupakan salah satu metode pengembangan perangkatlunak yang banyak digunakan. Dengan metode prototyping ini pengembang dan pelanggan dapat saling berinteraksi selama proses pembuatan sistem. Sering terjadi seorang pelanggan hanya mendefinisikan secara umum apa yang dikehendakinya tanpa menyebutkan secara detal output apa saja yang dibutuhkan, pemrosesan dan data-data apa saja yang dibutuhkan. Sebaliknya disisi pengembang kurang memperhatikan efesiensi algoritma, kemampuan sistem operasi dan interface yang menghubungkan manusia dan komputer. Untuk mengatasi ketidakserasian antara pelanggan dan pengembang , maka harus dibutuhakan kerjasama yanga baik diantara keduanya sehingga pengembang akan mengetahui dengan benar apa yang diinginkan pelanggan dengan tidak mengesampingkan segi-segi teknis dan pelanggan akan mengetahui proses-proses dalm menyelasaikan system yang diinginkan. Dengan demikian akan menghasilkan sistem sesuai dengan jadwal waktu penyelesaian yang telah ditentukan. Kunci agar model prototype ini berhasil dengan baik adalah dengan mendefinisikan aturan-aturan main pada saat awal, yaitu pelanggan dan pengembang harus setuju bahwa prototype dibangun untuk mendefinisikan kebutuhan. Prototype akan dihilangkan sebagian atau seluruhnya dan perangkat lunak aktual aktual direkayasa dengan kualitas dan implementasi yang sudah ditentukan.


 Tahapan-tahapan Prototyping :
1. Pengumpulan kebutuhan
Pelanggan dan pengembang bersama-sama mendefinisikan format seluruh perangkat lunak, mengidentifikasikan semua kebutuhan, dan garis besar sistem yang akan dibuat.
2. Membangun prototyping
Membangun prototyping dengan membuat perancangan sementara yang berfokus pada penyajian kepada pelanggan (misalnya dengan membuat input dan format output)
3. Evaluasi protoptyping
Evaluasi ini dilakukan oleh pelanggan apakah prototyping yang sudah dibangun sudah sesuai dengan keinginann pelanggan. Jika sudah sesuai maka langkah 4 akan diambil. Jika tidak prototyping direvisi dengan mengulangu langkah 1, 2 , dan 3.
4. Mengkodekan sistem
Dalam tahap ini prototyping yang sudah di sepakati diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman yang sesuai
5. Menguji system
Setelah sistem sudah menjadi suatu perangkat lunak yang siap pakai, harus dites dahulu sebelum digunakan. Pengujian ini dilakukan dengan White Box, Black Box, Basis Path, pengujian arsitektur dan lain-lain
6. Evaluasi Sistem
Pelanggan mengevaluasi apakah sistem yang sudah jadi sudah sesuai dengan yang diharapkan . Jika ya, langkah 7 dilakukan; jika tidak, ulangi langkah 4 dan 5.
7. Menggunakan system
Perangkat lunak yang telah diuji dan diterima pelanggan siap untuk digunakan .

Kelebihan  Prototyping
  • Prototype melibatkan user dalam analisa dan desain.
  • Punya kemampuan menangkap requirement secara konkret daripada secara abstrak.
  • Untuk digunakan secara standalone.
  • Digunakan untuk memperluas SDLC.
  • Mempersingkat waktu pengembangan Sistem Informasi

Kekurangan Prototyping
  •  Proses analisis dan perancangan terlalu singkat.
  •  Mengesampingkan alternatif pemecahan masalah.
  •  Bisanya kurang fleksible dalam mengahdapi perubahan.
  •  Protitype yang dihasilkan tidak selamanya mudah dirubah
  •   Protype terlalu cepat selesai
Referensi dari
  • http://itsum.wordpress.com/2010/09/27/kelebihan-dan-kekurangan-setiap-model-pada-software-development-life-cycle-sdlc/
4). Rapid Application Development (RAD)

            RAD (Rapid Application Development) adalah sistem pemrograman yang memungkinkan programmer membuat program dengan cepat. Secara umum, Sistem RAD menyediakan sejumlah alat-bantu untuk membuat antarmuka pengguna grafis (graphical user interfaces) yang biasanya membutuhkan usaha dan waktu yang lama untuk membuatnya. Dua sistem RAD yang paling populer untuk Windows adalah Visual Basic dan Delphi.

RAD Mempunyai 4 Unsur Penting : Manajemen, Manusia, Metodologi, dan Peralatan.



Tahapan-tahapan dalam RAD :
  1. Bussiness Modelling. Fase ini untuk mencari aliran informasi yang dapat menjawab pertanyaan berikut: Informasi apa yang menegndalikan proses bisnis? Informasi apa yang dimunculkan? Di mana informasi digunakan ? Siapa yang memprosenya ?
  2. Data Modelling.Fase ini menjelaskanobjek data yang dibutuhkan dalam proyek. Karakteristik (atribut) masing-masing data diidentifikasikan dan hubungan anta objek didefinisikan.
  3. Process Modelling. Aliran informasi pada fase data medelling ditransformasikan untuk mendapatkan aliran informasi yang diperlukan pad implementasi fungsi bisnis. Pemrosesan diciptakan untuk menambah, memodifikasi, menghapus, atu mendapatkan kembali objek data tertentu
  4. Aplication Generation. Selain menggunakan bahasa pemrograman generasi ketiga, RAD juga memakai komponen program yang telah ada atau menciptakan komponen yang bisa dipakai lagi. Ala-alat baantu bisa dipakai untuk memfasilitasi konstruksi perangkat lunak.
  5. Testing and Turnover. Karena menggunakan kembali komponen yang telah ada, maka akan mengurangi waktu pengujian. Tetapi komponen baru harus diuji dan semua interface harus dilatih secara penuh.
Kelebihan dari model RAD
  • Waktu pengerjaannya yang terbilang singkat yaitu kira-kira 60-90 hari
  • RAD dalam prosesnya dapat menggunakan kembali komponen software maupun program yang sudah ada sebelumnya sehingga menghemat waktu dan lebih mudah
Kekurangan dari model RAD
  • Membutuhkan sumber daya manusia yang besar, untuk membentuk tim-tim
  • Developers dan customers dituntut harus commit pada kecepatan aktivitas kerja untuk menyelesaikan sistem sesuai dengan frame time, jika tidak maka project RAD akan gagal
  • Jika sistem tidak dapat dimodulkan dengan benar, maka dalam pembangunan komponen dari RAD akan bermasalah
  • Jika performance hanya berfokus pada perbaikan interface dari komponen sistem, maka pendekatan RAD mungkin tidak bekerja
  • Jika resiko terlalu tinggi maka model RAD bukanlah model yang tepat untuk digunakan
 Referensi dari 
  • http://artikelsayasaja.blogspot.com/2011/09/metode-rad.html
  • http://yuliagroups.wordpress.com/pengertian-rad/
  • http://lindroidspica.blogspot.com/2011/09/metode-dan-model-proses-rekayasa.html
 5). Spiral Model


           Spiral model adalah salah satu bentuk evolusi yang menggunakan metode iterasi natural yang dimiliki oleh model Prototyping dan digabungakan dengan aspek sistematis yang dikembangkan dengan model Waterfall. Tahap desain umumnya digunakan pada model Waterfall, sedangkan tahap Prototyping adalah suatu model dimana software dibuat prototype (incomplete model), “blue-print”-nya, atau contohnya dan ditunjukkan ke user / customer untuk mendapatkan feedback-nya. Jika prototype-nya sudah sesuai dengan keinginan user / customer, maka proses SE dilanjutkan dengan membuat produk sesungguhnya dengan menambah dan memperbaiki kekurangan dari prototype tadi.
Model ini digambarkan dengan bentuk spiral dimana didalamnya terdapat daerah yang disebut dengan region. Proses dimulai dari dalam atau pusat spiral yang berlanjut searah jarum jam menuju tahapan selanjutnya kemudian melebar seperti terlihat pada gambar dibawah ini.
Tahapan proses pada model Spiral :
  1. Communication
  2. Planning
  3. Modeling
  4. Construction
  5. Deployment
Akan tetapi tidak sama halnya dengan model lain yang ketika software sudah dikirimkan maka proses sudah selesai, pada model Spiral proses akan berlanjut terus,  saat software sudah dikirim proses berlanjut membuat project baru dan kembali ke tahap awal yaitu Communication dan seterusnya seperti gambar spiral diatas guna memperbaiki kekurangan-kekurangan pada software yang pertama dikirimkan.

Kelebihan model Spiral
  • Pendekatan dengan model ini sangat baik digunakan untuk pengembangan sistem software dengan skala besar, karena perkembangan dari Software Engineering dapat dipantau oleh kedua belah pihak baik developer maupun customer, sehingga mereka dapat mengerti dengan baik mengenai software ini begitu juga dengan resiko yang mungkin didapat pada setiap aktivitas yang dilakukan
  • Karena merupakan gabungan dari model Waterfall dan Prototyping sehingga terdapat analisis resiko yang dilakukan maka resiko dapat direduksi sebelum menjadi suatu masalah yang besar yang dapat menghambat Software Engineering
  • Dengan iterasi yang dilakukan pada model ini menyebabkan model ini lebih realistis untuk merefleksikan dunia nyata
Kekurangan model Spiral
  • Sulit meyakinkan customer bahwa pendekatan evolutionary bisa dilakukan, khusus pada kontrak kerja
  • Kemampuan untuk memperkirakan dan menanggulangi resiko yang datang sangat menentukan, sebab apabila resiko utama tidak dapat diatasi maka permasalahan akan muncul kembali tanpa diragukan lagi
Referensi dari 
  • http://lindroidspica.blogspot.com/2011/09/metode-dan-model-proses-rekayasa.html

 



Jumat, 12 Oktober 2012

Pentingnya Membaca !!!

Hari ini saya tidak akan menuliskan tentang refleksi saya seperti biasanya melainkan menulis tentang Pentingnya Membaca !!! Itu semua karena kesalahan kami yang melupakan tugas yang diberikan dosen kami. Tugas itu diberikan Minggu lalu tepatnya tanggal 5 oktober, tugas yang diberikan itu berupa materi sebagai berikut :
  • Waterfall Model
  • Prototyping Model
  • Rapid Application Development
  • Incremental Model
  • Ireactive-Incremental
Dosen kami merasa kecewa kepada kami semua karena tidak 1 pun yang mencari dan membaca materi tersebut :( . Kami merasa menyesal karena tidak melaksanakan tugas kami . Sebagai gantinya saya akan menuliskan beberapa point tentang pentingnya membaca, agar para blogger tidak merasa malas lagi untuk membaca ^^
  1. Dengan membaca dapat meningkatkan pemahaman tentang materi yang telah dibaca.
  2. Menambah wawasan berpikir dan memperluas pengetahuan.
Jadi, saya BERJANJI akan rajin membaca karena dengan membaca tidak menimbulkan kerugian buat saya melainkan banyak keuntungan.

Sekian dari saya , thanks >,<

Rabu, 10 Oktober 2012

Information System

Kali ini Pelajaran Analisis Sistem Informasi membahas lebih jauh mengenai Information System. Di mana materi pembelajarannya dibawakan dalam model game. Game yang digunakan adalah BINGO, game yang sebagian besar pasti mengetahuinya. Tetapi dalam permainan kali ini , permainannya agak berbeda dari biasanya sih. Biasanya kan menggunakan angka-angka untuk mencapai kata BINGO tapi kali ini beda. Di permainan BINGO kali ini, kotak-kotaknya uda ada istilah-istilah mengenai sistem informasi , 4 kotak tanda tanya (?) , kotak kosong(tembok) dan 1 kotak bingo(bonus).

Cara permainannya yaitu setiap istilah mengenai sistem informasi yang dijelaskan oleh Pak Sofyan, kami berhak melingkari istilah tersebut dengan syarat kami harus menulis kembali pengertiannya pada kertas yang telah disediakan. Setelah 4 istilah yang kita lingkari membentuk horizontal, vertikal maupun  diagonal, maka kita dapat menarik garis . Kita tidak dapat menarik garis apabila diantara istilah-istilah tersebut terdapat kotak kosong walaupun sudah terdapat 4 istilah yang telah kita lingkari. 1 Kotak BINGO disini berfungsi sebagai bonus agar kita dapat menghasilkan bingo. Kotak yang berisi tanda tanya itu dapat kita lingkari apabila kita bisa menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh dosen kami atau dapat bertanya mengenai materi yang telah dijelaskan.

Permainan di mulai , dosen kami mulai menjelaskan satu-satu istilah mengenai sistem informasi . Yang pertama di jelaskan yaitu Information System sendiri. Information System merupakan suatu kumpulan dari komponen-komponen yang berhubungan dengan proses pengumpulan, penyimpanan, pengolahan dan distribusi informasi untuk mendukung pengambilan keputusan, pengendalian, analisis dan visualisasi dalam organisasi . 

Selanjutnya...

  • Informasi adalah kumpulan data yang sudah diproses dan disimpulkan sehingga menghasilkan fakta yang mempunyai nilai tambah.
  • Data adalah kumpulan fakta yang mempresentasikan nilai, kuantitas, konsep dan jumlah dalam kegiatan bisnis.
  • Knowledge(Pengetahuan) adalah memahami informasi yang didapatkan dari pengalaman atau studi dan menghasilkan kemampuan untuk melakukan kegiatan yang efektif dan efisien. 
Setelah itu lanjut ke Model Sistem Informasi , di dalam model sistem informasi terdapat beberapa unit yang bekerja sama untuk mengolah data untuk menghasilkan  informasi yaitu sebagai berikut :
  • Data Resources adalah bagaimana data dihimpun, disimpan, dientry sehingga mengetahui apa yang dihasilkan dan bagaimana menjadi data yang baru.
  • Hardware Resources adalah teknik pemasukan data yang didukung oleh hardware.
  • Software Resources adalah sub sistem perangkat lunak yang memungkinkan sebuah komputer dapat bekerja.
  • People Resources adalah terkait kemampuan pengguna untuk mengoperasikan software dan hardware yang harus di sesuaikan dengan data yang mau diolah.
  • Network Resources adalah terkait dengan jaringan komputer, media komunikasi dan dukungan jaringan untuk mendistribusikan informasi.
Pembahasan selanjutnya mengenai Input, Processing, Output, System Control dan Storage:
  • Input adalah dilakukan oleh people pada hardware menggunakan software melalui network.
  • Processing adalah dilakukan pengolahan pada hardware, menggunakan software, dioperasikan oleh people, lintas jaringan dan yang diperoleh adalah data.
  • Output adalah Informasi dihasilkan oleh software pada hardware yang menggunakan jaringan kemudian memproses data dan akan kembali menjadi data yang dapat diolah lagi.
  • System Control adalah memantau hardware, software, network, people bekerja dengan benar, apakah yang di input, proses dan informasinya benar dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
  • Storage merupakan tempat penyimpanan data.
Selanjutnya mengenai Manajemen Level , yang terbagi atas 
  • Level Operasional (Operative Management level)
  • Level Taktis (Middle Management Level)
  • Level Strategis(Eksekutif Management Level)
ehmm.. ini lah materi yang saya dapatkan pada hari senin ,  yang saya kurang pahami pada materi ini mengenai manajemen level karna keasyikan mencatat pada lembaran bingo jadi nd mendengar baik penjelasan dari dosen ^.^ 

Sekian dulu post saya kali ini, smoga bermanfaat bagi yang membacanya

Sabtu, 06 Oktober 2012

Rekaya Perangkat Lunak 01

Hmmm, kemarin tepatnya hari Jumat, 05 Oktober 2012 merupakan pertemuan ke-2 dari pelajaran Rekayasa Perangkat Lunak atau dikenal dengan singkatan RPL.. Pada pertemuan pertama pelajaran ini kami hanya perkenalan dan pembahasan materi dalam 1 semester.. Pelajaran sesungguhnya di mulai pada pertemuan kedua ini...

Pada awal memulai pelajaran ini, dosen saya yang bernama Sofyan Thayf menanyakan kepada kami Apa sih itu Software ?? Sebagian murid-murid kebingungan mau menjawab apa, termasuk saya sendiri.. haha...
Berbagai pendapat mulai muncul tentang software , ada yang mengatakan perangkat lunak, aplikasi maupun program. Tetapi ternyata setelah slide yang  di jelaskan oleh dosen kami software itu merupakan kumpulan icon atau objek yang membentuk konfigurasi yang terdiri dari program, data, dan document.

Setelah selesai menjelaskan tentang pengertian Software, kami di tanya lagi Apakah data dan document itu sama gak ? Pertanyaan ini membuat murid-murid bingung lagi, haha.. Karna kami tidak dapat menemukan jawabannya, maka kami dijelaskan kalau document dan data itu beda. Data yang dimaksudkan ini adalah inputan untuk program ,  dan Document sendiri adalah pentunjuk program bagaimana data disiapkan dan bagaimana hasilnya . Ehm.. Uda dapat 2 point nic dari inti pelajaran hai ini .. ><

Kemudian setelah itu materi selanjutnya yaitu,
    Permasalahan dari Software
  • Software tidak diproduksi massal  ( untuk membuat software harus melakukan   engineering(pengukuran).
  • Software itu tidak lapuk ( dapat dipakai dalam jangka waktu yang lama).
  • Software seperti pabrik yang menua ( mempunyai masa dimana software tersebut tidak dapat dipakai lagi).
  • Software itu kompleks ( Banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam membuat software).
  • Software sebagai pembeda ( memiliki ciri istimewah yang dapat membedakan dengan software lain).
   Macam-Macam Software 
  • Sistem Software  : Software yang kegunaannya melayani software yang lain. Contoh: anti virus, windows, proxy.
  • Real time Software : Software yang melakukan olah data yang real. Contoh : Chatting, atm .
  • Bussiness Software : Software yang digunakan untuk bisnis. Contoh  : CRM , ERP 
  • Embedded Software : Software yang digunakan untuk mengukur kepetingan teknis.
  • PC Software : Software yang dimasukkan dalam perangkat keras. Contoh : AC , Jam tangan.
  • AI Software : Software yang digunakan untuk memprediksi.
  • Web Software : Aplikasi Berbasis Web . Contoh : Klik BCA. 
Setelah menjelaskan beberapa materi tentang software kami diminta memainkan sebuah games. Pertama yang di lakukan , kami diberi sepotong kertas yang berisi 2 material . Setelah itu kami disuruh menuliskan Judul  Project dan Tujuan dari pembuatannya. Kemudian kami di suruh memilih pasangan untuk menebak judul project dan 2 material tersebut. Kesulitan dari permainan ini pertanyaan hanya dapat di jawab dengan YA / TIDAK. Pertanyaan yang di tanyakan oleh pasangan , ditulis untuk menjadi dokumentasi. Waktu permainan ini selama 20 menit .  Di akhir permainan dosen kami , menjelaskan apa maksud dari permainan ini . Maksud dari permainan ini yaitu bagaimana kita berkomunikasi dengan orang lain , sehingga apa yang kita mau dapat dimengerti orang lain.

Setelah selesai bermain games, ada pembahasan sedikit mengenai Waterfall Model . Namun karna waktunnya habis , maka materii ini di lanjutkan minggu depan ^^

Ehm.. Materi minggu depan mengenai Waterfall Model dan Software Process , kira-kira apa kaitan antara keduanya y  ?? Kami akan menemukan jawabannya minggu depan , jadi jangan bosan menunggu post blog berikutnya yah >,<

bye (^o^)/






















Selasa, 02 Oktober 2012

Analisis Sistem

Dear Blog,

Kemarin tepatnya hari Senin, tanggal 01 oktober 2012, saya mempelajari Analisis Sistem Informasi dimana pelajaran ini mengajarkan mengenai bagaimana kita menganalisis sebuah sistem. Untuk lebih memahami mengenai sistem kami di bentuk menjadi beberapa kelompok. Dan setelah di bagi menjadi beberapa kelompok , kami diberikan topik yang berbeda antara satu kelompok dengan kelompok yang lainnya..

Disini kelompok saya membahas tentang layanan perbankan, dimana perbankan terbagi menjadi beberapa bagian seperti

         
                                  Branch Manager (Manager cabang)

  1. Bagian Umum
    1. Satpam
    2. Supir
    3. Teknisi
    4. OB
  2. Adm Kredit Manager
    1. Adm Staff
    2. Legal Staff
    3. Appraisal
  3. Operation Manager
    1. Pembukuan
    2. Khasanah
  4. Landing Manager
    1. Marketing Officer
  5. Service Manager
    1. Teller
    2. CS
    3. ATM
  6. Funding Manager
    1. Relationship Officer
  7. Aspek Elektronik Chanel
    1. SMS Banking
    2. Phone Banking
    3. Internet Banking

Dengan mengerjakan tugas ini secara langsung kami diajarkan untuk membagi sistem menjadi sub-sub sistem  dimana sub-sub sistem tersebut kita harus mencarikan solusinya. Dan setelah mendapatkan solusi-solusi dari setiap sub-sub sistem , solusi-solusi tersebut disatukan yang di sebut dengan Proses Sintesa . Proses dari serangkain problem yang diuraikan dan kemudian dicarikan solusinya ini  disebut dengan Analisis Sistem

Ehmm, sebelum kelas berakhir kami di kasih oleh - oleh untuk mencari tahu tentang Pengantar Sistem Informasi dan Pengantar Teknologi Informasi supaya minggu depan dalam mempelajaran kami sudah dapat mengetahui dasar-dasar dari materi yang diajarkan ^^

Ok, untuk ini hari itu saja yang dapat saya bahas.. Smoga dengan membaca ini , dapat bermanfaat buat kalian semua :)

Thanks, dan tunggu pembahasan selanjutnya y >,<